Mahasiwa Program Doktor (S3) MIPA Universitas Airlangga, Mochammad Aqilah Herdiansyah, berhasil meraih Juara 1 kategori Oral Presenter dalam World Immunology Day International Conference V (WIDIC V) yang diselenggarakan oleh Program Studi S2 Imunologi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Airlangga.
Pada ajang tersebut, Aqil mempresentasikan penelitian berjudul “Host-Directed Immunomodulatory Potential of Boesenbergia rotunda Against Pan-Serotype Dengue Virus: Integrating In Vitro Evidence with Redox-Associated Computational Analysis.” Penelitian ini mengeksplorasi potensi rimpang Boesenbergia rotunda sebagai kandidat agen antidengue melalui pendekatan integratif yang menggabungkan profil metabolit berbasis LC-HRMS, analisis komputasional, dan pengujian in vitro terhadap empat serotipe virus dengue.
Berangkat dari kompleksitas infeksi dengue yang tidak hanya melibatkan replikasi virus, tetapi juga respons biologis pada sel inang, penelitian ini mengembangkan pendekatan host-directed untuk mengeksplorasi potensi bahan alam dalam mendukung modulasi jalur biologis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. rotunda mengandung sejumlah metabolit aktif, utamanya golongan flavonoid dengan potensi aktivitas antioksidan. Analisis komputasional selanjutnya mengindikasikan adanya potensi interaksi senyawa bioaktif terhadap target virus sekaligus jalur pertahanan redoks pada sel inang.
Temuan tersebut kemudian diperkuat melalui pengujian in vitro, yang menunjukkan potensi aktivitas ekstrak B. rotunda dalam menghambat berbagai serotipe virus dengue dengan profil keamanan sel yang menjanjikan. Integrasi antara pendekatan metabolomik, komputasional, dan eksperimental ini memberikan gambaran awal mengenai potensi mekanisme multidimensional bahan alam dalam pengembangan kandidat terapi dengue. Prestasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa S3 MIPA UNAIR dalam pengembangan riset bahan alam, virologi, dan imunologi yang berorientasi pada penemuan kandidat terapi dengue. Penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan studi lanjutan, khususnya melalui validasi imunologis dan in vivo guna mengonfirmasi mekanisme imunomodulator yang ada.
